Rabu, 07 September 2011

manfaat dan kerugian anak membaca komik

Yang dimaksud dengan komik adalah cerita kartun bergambar dimana unsur gambar lebih penting dari pada ceritanya. Cerita kartun bergambar bisa dijumpai dalam buku komik, majalah ataupun surat kabar. Komik banyak di gemari anak-anak karena tanpa membaca tulisannya atau tanpa ada tulisan pun seseorang sudah dapat menangkap ceritanya dan tidak usah bersusah payah untuk membaca uraian yang tercantum dalam buku.

Umumnya orang tua atau tokoh pendidikan tidak setuju bila anak terpaku pada komik tapi ada pula orang-orang yang tidak keberatan bila anak melihat komik. Ada ketidaksesuaian pendapat di antara kedua kubu tersebut. Tapi yang jelas bila anak terlalu banyak melihat komik dan kurang diimbangi dengan membaca buku atau melakukan aktivitas bermain yang beraneka ragam, tentu kurang “sehat”.

Alasan-alasan mengapa komik di anggap baik dilihat oleh anak-anak :

  • Untuk anak-anak yang belum dapat membaca, melihat komik dapat memberi pengalaman membaca yang bisa di nikmati.
  • Komik dapat mendorong anak untuk belajar membaca.
  • Sasaran pendidikan tetap dapat dicapai pada anak yang sering melihat komik.
  • Memperkenalkan anak pada perbendaharaan kata yang lebih luas seperti halnya kalau anak membaca buku-buku lain.
  • Komik dapat menjadi teknik yang baik untuk menyebarkan propaganda karena bisa menghindari munculnya dugaan-dugaan negatif.
  • Memungkinkan anak menyalurkan emosinya.
  • Anak dapat mengindentifikasikan diri dengan tokoh-tokoh komik yang mempunyai kualitas membanggakan.

Alasan-alasan mengapa komik dianggap kurang baik untuk dilihat oleh anak-anak :

  • Komik dapat mengalihkan anak dari bahan bacaan yang lebih baik.
  • Anak yang sulit membaca tidak punya usaha untuk membaca tulisan yang ada karena dari gambar-gambarnya saja, cerita sudah dapat di pahami.
  • Tidak ada atau hanya sedikit kemajuan yang diperoleh dalam penglaman membaca melalui komik.
  • Cerita, seni gambar, dan bahasa dari komik-komik pada umumnya kurang bermutu.
  • Paham cerita yang menyangkut seks, kekerasan, dan ketegangan seringkali terlalu berlebihan dan menakutkan anak.
  • Komik bisa membuat anak terpaku sehingga tidak melakukan kegiatan bermain jenis lain.
  • Komik dapat mendorong agresifitas dan prilaku menyimpang atau melawan hukum karena menyajikan prilaku anti sosial.
  • Komik membuat kehidupan sesungguhnya menjadi tidak menarik dan membosankan.
  • Tokoh yang tampil klise (steriotip).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar